Jika sedang berwisata ke dataran tinggi Dieng di Banjarnegara, jangan
lupa mampir bagian kotanya. Terdapat makanan khas yang sangat menarik
lidah. Ada jenang dan sirup salak, es dawetnya yang kondang, hingga
combro yang bentuknya malah mirip kripik. Selengkapnya, Anda dapat
menyimaknya berikut ini. Semoga dapat menjadi insprirasi Anda ketika
berkunjung ke Banjarnegara.
Jenang Salah Azizah
Jenang
dari salak? Bagaimana rasanya? tidak perlu penasaran. Di berbagai sudut
kota Banjarnegara kudapan manis ini mudah sekali didapatkan. Bahkan
jenang ini merupakan salah satu oleh-oleh khas kota ini. Anda dapat
melihat produksinya di Desa Bantarwaru RT 1 RW 2, Madukara.
Ayam goreng Bu Mansyur
Jika
melewati Banjarnegara, sempatkanlah mampir di rumah makan yang
beralamat di Jl. Pemuda no 64. Sebuah papan besar bertuliskan "Ayam Bu
Mansyur" bisa menjadi patokan lokasinya. Meskipun ayam kampung,
dagingnya sungguh empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam
tulang-tulangnya. Ayam goreng ini disajikan dengan bersama nasi hangat,
lalapan, dan sambal. Selain itu juga disuguhkan pula sayur asam sebagai
teman makannya. Sayurnya akan langsung dihidangkan sesuai jumlah
pengunjung yang datang.
Combro rian
Jika membayangkan combro ala Banjarnegara sama
dengan combro Bandung, Anda keliru. Combro di Banjarnegara lebih layak
disebut keripik singkong. mungkin karena sama-sama berbahan dasar
singkong dan berbentuk bulat, membuat makanan ini dinamai combro.
Perintisnya sendiri adalah Ny. Muslingah. Combro ini terbuat dari
singkong, dengan bumbu berupa cabai merah, bawang merah, bawang putih,
kemiri, ketumbar dan garam. Seluruh bahan ini dicampur hingga menjadi
adonan yang dapat dibentuk. Adonan ini ditekan-tekandan dibentuk bulat
menggunakan tangan secara manual. Agar tidak lengket adonan dilapisi
plastik. Adonan ini langsung digoreng tanpa dijemur terlebih dahulu.
Makanya menggorengnya agak lama karena menggunakan api kecil.
Tape dan Ketan Bakar
Dingin-dingin
tentu enak menyantap yang hangat. Anda bisa mencoba tape dan ketan
bakar, apalagi daerah Banjarnegara, merupakan daerah dataran tinggi yang
hawanya cukup dingin. Anda bisa langsung menuju alun-alun, di sebelah
selatan, tepatnta di depan kantor Kejaksaan Banjarnegara. Tape yang
dijual lumayan besar, lebih besar dari tape kebanyakan.
Es Dawet Munarjo
Siapa
tidak kenal dawet Banjarnegara? Namanya sudah terkenal hingga ke kota
besar seperti Jakarta. Hidangan segar ini memang salah satu yang khas
dari kota Banjarnegara. Hampir di setiap sudut kota terdapat penjual
yang menawarkan kesegarannya. Namun jika berbicara pelopor, maka dawet
Munarjolah yang mengemuka. Untuk mencobanya Anda dapat mengunjungi Jl.
Dipayuda no 36.
Buntil Krandengan Ibu Wiryo
Anda penggemar
buntil? Ada jenis buntil yang sepertinya layak Anda coba. Pasalnya
buntil disini tidak seperti yang biasa Anda makan sebagai lauk nasi.
Buntil Banjarnegara dibuat dari daun talas atau daun pepaya. Digulung
bulat, lalu diisi demham kelapa parut berbummbu dan dikukus hingga
matang. Buntil ini lalu disantap dengan cabai rawit dan kelapa parut.
Jadi tidak dimasak dengan santan seperti buntil pada umumnya. Untuk
mencicipinya, Anda bisa pergi ke pasar induk Banjarnegara. Masuklah dari
pintu bagian utara yang letaknya tepat di belakang Apotik Restu.
Bakso Pak Ratno
Bakso
memang selalu menjadi hidangan yang mudaj ditemukan. Tak terkecuali di
sini. Soal bakso, nama Bapak Ratno yang terkondang. Pria asal Wonogiri
ini mulanya berjualan keliling, namun sejak tahun 1991, Bapak Ratno
mulai menetap. Ada 3 kedai bakso miliknya yang berlokasi di Karang
Kobar, Kebun Binatang Selamanik, dan Praajuritan. Usai menyantap bakso,
paling enak jika menikmati yang segar dan digin. Nah disini setiap
pengunjung langsung ditawaari beras kencur dan kunyit asam, yang segar.
Purwaceng
Purwaceng Tanaman Purwaceng pun hanya terdapat di
kawasan Dataran Tinggi Dieng, kecamatan Batur, Banjarnegara. Minuman
khas penghangat tubuh dan ”Ginseng” nya Banjarnegara ini rasanya nikmat,
hangat, dan dipercaya mampu meningkatkan kesehatan tubuh dan vitalitas
kaum dewasa. Mau mencoba?
Soto Krandegan
Soto Jika di
daerah Banyumas menyebutnya ”Sroto”. Di Banjarnegara justru lebih banyak
varian makanan ini seperti : Soto Krandegan (resep dari Krandegan Kota
Banjarnegara) yang menonjolkan irisan daging sapi dengan serat yang
halus, ketupat, dan kuah yang kental, mantap rasanya. Ada juga Soto
Pringgading (di kompleks Koplak, Parakancanggah, Banjarnegara), dengan
ciri khas kuah segar, nasi lembut, jeruk nipis dan ...... tempe goreng
sebagai pelengkap dan terbaru adalah Soto Ikan (Gumiwang) yang
mengkreasi dari olahan ikan Patin. Soto ini mulai hangat dikunjungi
penikmatnya dengan ciri khas kesegaran kuah Soto Ikan dari ikan patin
yang empuk/kenyal , gurih dan tentu kaya gizi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar