Selasa, 24 Januari 2017

Makanan khas banjarnegara

Jika sedang berwisata ke dataran tinggi Dieng di Banjarnegara, jangan lupa mampir bagian kotanya. Terdapat makanan khas yang sangat menarik lidah. Ada jenang dan sirup salak, es dawetnya yang kondang, hingga combro yang bentuknya malah mirip kripik. Selengkapnya, Anda dapat menyimaknya berikut ini. Semoga dapat menjadi insprirasi Anda ketika berkunjung ke Banjarnegara.

Jenang Salah Azizah

Jenang dari salak? Bagaimana rasanya? tidak perlu penasaran. Di berbagai sudut kota Banjarnegara kudapan manis ini mudah sekali didapatkan. Bahkan jenang ini merupakan salah satu oleh-oleh khas kota ini. Anda dapat melihat produksinya di Desa Bantarwaru RT 1 RW 2, Madukara.

Ayam goreng Bu Mansyur

Jika melewati Banjarnegara, sempatkanlah mampir di rumah makan yang beralamat di Jl. Pemuda no 64. Sebuah papan besar bertuliskan "Ayam Bu Mansyur" bisa menjadi patokan lokasinya. Meskipun ayam kampung, dagingnya sungguh empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam tulang-tulangnya. Ayam goreng ini disajikan dengan bersama nasi hangat, lalapan, dan sambal. Selain itu juga disuguhkan pula sayur asam sebagai teman makannya. Sayurnya akan langsung dihidangkan sesuai jumlah pengunjung yang datang.
Combro rian

Jika membayangkan combro ala Banjarnegara sama dengan combro Bandung, Anda keliru. Combro di Banjarnegara lebih layak disebut keripik singkong. mungkin karena sama-sama berbahan dasar singkong dan berbentuk bulat, membuat makanan ini dinamai combro. Perintisnya sendiri adalah Ny. Muslingah. Combro ini terbuat dari singkong, dengan bumbu berupa cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar dan garam. Seluruh bahan ini dicampur hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk. Adonan ini ditekan-tekandan dibentuk bulat menggunakan tangan secara manual. Agar tidak lengket adonan dilapisi plastik.  Adonan ini langsung digoreng tanpa dijemur terlebih dahulu. Makanya menggorengnya agak lama karena menggunakan api kecil.

Tape dan Ketan Bakar

Dingin-dingin tentu enak menyantap yang hangat. Anda bisa mencoba tape dan ketan bakar, apalagi daerah Banjarnegara, merupakan daerah dataran tinggi yang hawanya cukup dingin. Anda bisa langsung menuju alun-alun, di sebelah selatan, tepatnta di depan kantor Kejaksaan Banjarnegara. Tape yang dijual lumayan besar, lebih besar dari tape kebanyakan.

Es Dawet Munarjo

Siapa tidak kenal dawet Banjarnegara? Namanya sudah terkenal hingga ke kota besar seperti Jakarta. Hidangan segar ini memang salah satu yang khas dari kota Banjarnegara. Hampir di setiap sudut kota terdapat penjual yang menawarkan kesegarannya. Namun jika berbicara pelopor, maka dawet Munarjolah yang mengemuka. Untuk mencobanya Anda dapat mengunjungi Jl. Dipayuda no 36.

Buntil Krandengan Ibu Wiryo

Anda penggemar buntil?    Ada jenis buntil yang sepertinya layak Anda coba. Pasalnya buntil disini tidak seperti yang biasa Anda makan sebagai lauk nasi. Buntil Banjarnegara dibuat dari daun talas atau daun pepaya. Digulung bulat, lalu diisi demham kelapa parut berbummbu dan dikukus hingga matang. Buntil ini lalu disantap dengan cabai rawit dan kelapa parut. Jadi tidak dimasak dengan santan seperti buntil pada umumnya. Untuk mencicipinya, Anda bisa pergi ke pasar induk Banjarnegara. Masuklah dari pintu bagian utara yang letaknya tepat di belakang Apotik Restu.

Bakso Pak Ratno

Bakso memang selalu menjadi hidangan yang mudaj ditemukan. Tak terkecuali di sini. Soal bakso, nama Bapak Ratno yang terkondang. Pria asal Wonogiri ini mulanya berjualan keliling, namun sejak tahun 1991, Bapak Ratno mulai menetap. Ada 3 kedai bakso miliknya yang berlokasi  di Karang Kobar, Kebun Binatang Selamanik, dan Praajuritan. Usai menyantap bakso, paling enak jika menikmati yang segar dan digin. Nah disini setiap pengunjung langsung ditawaari beras kencur dan kunyit asam, yang segar.
Purwaceng

Purwaceng Tanaman Purwaceng pun hanya terdapat di kawasan Dataran Tinggi Dieng, kecamatan Batur, Banjarnegara. Minuman khas penghangat tubuh dan ”Ginseng” nya Banjarnegara ini rasanya nikmat, hangat, dan dipercaya mampu meningkatkan kesehatan tubuh dan vitalitas kaum dewasa. Mau mencoba?

Soto Krandegan

Soto Jika di daerah Banyumas menyebutnya ”Sroto”. Di Banjarnegara justru lebih banyak varian makanan ini seperti : Soto Krandegan (resep dari Krandegan Kota Banjarnegara) yang menonjolkan irisan daging sapi dengan serat yang halus, ketupat, dan kuah yang kental, mantap rasanya. Ada juga Soto Pringgading (di kompleks Koplak, Parakancanggah, Banjarnegara), dengan ciri khas kuah segar, nasi lembut, jeruk nipis dan ...... tempe goreng sebagai pelengkap dan terbaru adalah Soto Ikan (Gumiwang) yang mengkreasi dari olahan ikan Patin. Soto ini mulai hangat dikunjungi penikmatnya dengan ciri khas kesegaran kuah Soto Ikan dari ikan patin yang empuk/kenyal , gurih dan tentu kaya gizi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar